Degassing – GBF/RGB (Units)
Deskripsi

Porositas masih menjadi masalah? Periksa Sistem Degassing Anda.
Porositas merupakan salah satu cacat yang paling umum pada casting aluminium. Porositas dapat memengaruhi sifat mekanis, ketahanan terhadap tekanan, kualitas permukaan, dan kinerja casting secara keseluruhan.
Dalam banyak kasus, hidrogen terlarut dalam aluminium cair berkontribusi terhadap porositas gas.
Oleh karena itu, ketika porositas terus terjadi meskipun proses melting dan fluxing telah dilakukan dengan benar, ada baiknya mengevaluasi kembali kinerja sistem degassing aluminium.
Mengapa Hidrogen Menyebabkan Porositas pada Aluminium?
Aluminium cair dapat menyerap hidrogen selama proses melting dan holding.
Kelembapan merupakan salah satu sumber utama. Kelembapan dapat masuk ke dalam proses melalui atmosfer di sekitar, material charge, peralatan, dan sumber kelembapan lainnya.
Namun, aluminium cair dapat melarutkan hidrogen dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan aluminium padat.
Saat logam mulai membeku, kelarutan hidrogen menurun secara drastis. Hidrogen berlebih kemudian keluar dari logam cair dan dapat membentuk pori-pori gas di dalam hasil casting.
Pori-pori ini dapat memengaruhi:
- Internal casting integrity
- Mechanical properties
- Ketahanan terhadap tekanan
- Surface quality
- Machining performance
Oleh karena itu, pengendalian hidrogen yang efektif berperan penting dalam proses melt treatment aluminium.
Apa Itu Aluminum Degassing?
Degassing menghilangkan hidrogen terlarut dari aluminium cair sebelum proses casting.
The process typically introduces an inert gas such as nitrogen or argon into the molten metal.
When the gas enters the melt, it forms bubbles. Dissolved hydrogen then diffuses into these bubbles. The bubbles rise to the surface and carry the hydrogen out of the molten aluminum.
Hasilnya, proses degassing yang efektif dapat mengurangi hidrogen terlarut dan membantu mengendalikan porositas yang disebabkan oleh gas.
Bagaimana Sistem Rotary Degassing Bekerja?
Sistem rotary degassing menggunakan poros dan impeller yang berputar untuk mendispersikan gas inert ke dalam aluminium cair.
Impeller memecah gas yang masuk menjadi gelembung-gelembung halus dan mendistribusikannya ke seluruh logam cair yang sedang ditreatment. Hal ini meningkatkan luas kontak antara gas dan aluminium cair, sehingga mendukung perpindahan hidrogen dari logam cair ke dalam gelembung gas.
Proses dasarnya terdiri dari empat langkah:
1. Inert Gas Injection
Sistem memasukkan nitrogen atau argon melalui poros berongga.
Gas kemudian masuk ke dalam aluminium cair melalui rotor atau impeller yang terendam.
2. Gas Dispersion
Impeller yang berputar memecah aliran gas menjadi gelembung-gelembung yang lebih kecil.
Gelembung-gelembung halus ini memberikan area kontak gas-logam yang lebih luas dibandingkan gelembung besar yang dihasilkan oleh metode bubbling sederhana.
3. Hydrogen Removal
Hidrogen terlarut berpindah dari aluminium cair ke dalam gelembung gas.
Gelembung kemudian naik ke permukaan dan membawa hidrogen keluar dari logam cair.
4. Melt Treatment
Impeller yang berputar juga membantu menciptakan pencampuran logam cair yang terkontrol.
Hasilnya, sistem dapat membantu mendistribusikan proses treatment secara lebih merata ke seluruh logam cair yang sedang ditreatment.
Mengapa Memilih Rotary Degassing?
Tersedia berbagai metode degassing untuk proses melt treatment aluminium.
Namun, rotary degassing menawarkan beberapa keunggulan penting karena menggabungkan injeksi gas inert dengan pengadukan mekanis yang terkontrol.
Gelembung Gas yang Halus dan Seragam
Impeller yang berputar memecah gas menjadi gelembung-gelembung halus dan mendistribusikannya ke seluruh logam cair.
Hal ini meningkatkan area kontak gas-logam dan mendukung penghilangan hidrogen secara efektif.
Pencampuran Logam Cair yang Terkontrol
Impeller yang berputar menciptakan pergerakan yang terkontrol di dalam aluminium cair.
Oleh karena itu, proses treatment dapat menjangkau volume logam cair yang lebih luas dibandingkan dengan metode injeksi gas statis sederhana.
Penghilangan Hidrogen yang Konsisten
Peralatan rotary degassing yang dirancang dengan baik dapat memberikan proses melt treatment yang terkontrol dan dapat diulang secara konsisten.
Parameter proses seperti aliran gas, kecepatan rotor, kedalaman pencelupan, waktu treatment, dan temperatur logam cair memengaruhi hasil akhir proses degassing.
Oleh karena itu, operator perlu mengoptimalkan parameter tersebut sesuai dengan jenis furnace, volume logam cair, dan jenis alloy yang digunakan.
Mendukung Logam yang Lebih Bersih
Rotary degassing tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan hidrogen terlarut.
Gelembung-gelembung halus juga dapat membantu mengangkat inklusi non-logam tertentu ke permukaan. Oleh karena itu, sistem rotary degassing industri mendukung penghilangan hidrogen dan pembersihan logam cair.
Apa Manfaat Degassing Aluminium yang Efektif?
Proses degassing yang terkontrol dengan baik dapat membantu foundry meningkatkan kualitas logam cair dan mengurangi masalah casting yang berkaitan dengan gas.
Manfaat utama meliputi:
- Kandungan hidrogen terlarut yang lebih rendah
- Mengurangi gas porosity
- Konsistensi casting yang lebih baik
- Kualitas permukaan yang lebih baik
- Penurunan tingkat produk reject
- Kebersihan logam cair yang lebih baik
- Proses melt treatment yang lebih konsisten dan dapat diulang
Namun, degassing saja tidak dapat menghilangkan semua jenis porositas.
Porositas juga dapat disebabkan oleh shrinkage, feeding yang tidak optimal, oxide films, parameter proses, dan kondisi casting lainnya. Oleh karena itu, foundry perlu mengevaluasi proses degassing sebagai bagian dari keseluruhan proses melt dan casting.
Apa yang Membuat Sistem Degassing Efektif?
Memilih sistem rotary degassing tidak hanya sekadar memilih motor dan impeller.
Sistem harus disesuaikan dengan kebutuhan produksi yang sebenarnya.
Faktor-faktor penting meliputi:
Desain Rotor and Impeller
Impeller menentukan seberapa efektif sistem mendispersikan gas ke dalam logam cair.
Desain yang tepat dapat menghasilkan gelembung yang halus dan terdistribusi secara merata, sekaligus menjaga pergerakan logam cair yang terkontrol.
Gas Flow Control
Sistem harus menyediakan aliran gas yang stabil dan dapat disesuaikan.
Terlalu sedikit gas dapat membatasi efektivitas treatment. Sebaliknya, aliran gas yang berlebihan dapat menimbulkan turbulensi yang tidak diperlukan dan meningkatkan pembentukan dross.
Kecepatan Rotor
Kecepatan rotor memengaruhi ukuran gelembung, dispersi gas, dan pergerakan logam cair.
Oleh karena itu, kecepatan operasional harus disesuaikan dengan ukuran furnace, volume logam cair, dan kebutuhan treatment.
Material Shaft dan Impeller
Shaft dan impeller beroperasi langsung di dalam aluminium cair.
Oleh karena itu, pemilihan material sangat penting untuk masa pakai, pengendalian kontaminasi, dan pengoperasian yang andal.
Waktu Treatment
Waktu treatment yang diperlukan bergantung pada kondisi logam cair dan parameter proses.
Sistem yang dioptimalkan dengan baik harus memberikan treatment yang memadai tanpa memperpanjang siklus produksi secara tidak perlu.
Rotary Degassing untuk Furnace Melting dan Holding
Rotary degassing dapat mendukung berbagai konfigurasi melt treatment aluminium.
Tergantung pada konfigurasi produksi, sistem dapat digunakan pada:
- Melting furnaces
- Holding furnaces
- Transfer ladles
- Operasi die casting
- Foundry melt treatment stations
Konfigurasi yang tepat bergantung pada volume logam cair, tingkat produksi, desain furnace, dan kadar hidrogen yang ditargetkan.
Memantau Performa Degassing
Memasang sistem degassing hanyalah salah satu bagian dari strategi melt treatment yang efektif.
Foundry juga perlu memantau hasil treatment.
Metode seperti pengukuran Density Index atau Reduced Pressure Testing dapat membantu mengevaluasi kualitas logam cair yang berkaitan dengan kandungan hidrogen. Nilai Density Index yang lebih rendah umumnya menunjukkan logam cair yang lebih bersih dengan potensi porositas akibat gas yang lebih rendah.
Dengan menggabungkan degassing yang terkontrol dengan pengukuran kualitas logam cair secara rutin, foundry dapat lebih memahami kinerja treatment dan mengidentifikasi perubahan pada proses.
Tingkatkan Kualitas Logam Cair Aluminium dengan Rotary Degassing
Jika porositas masih menjadi masalah, solusinya mungkin bukan sekadar menambahkan lebih banyak flux atau memperpanjang waktu degassing.
Sebaliknya, evaluasi keseluruhan proses melt treatment.
Sistem rotary degassing yang dirancang dengan tepat dapat membantu menghilangkan hidrogen terlarut, meningkatkan dispersi gas, dan mendukung kualitas logam cair aluminium yang lebih konsisten.
Di PT Wilisindomas Indahmakmur, kami menyediakan solusi rotary degassing, ceramic shaft, dan impeller untuk aplikasi melting dan holding aluminium.
Tim kami dapat membantu mengevaluasi:
- Furnace type
- Melt volume
- Alloy
- Existing degassing equipment
- Hydrogen level
- Treatment time
- Gas flow requirements
- Rotor and impeller requirements
Butuh Kontrol Hidrogen dan Porositas yang Lebih Baik?
Jika casting aluminium Anda masih mengalami porositas atau kualitas logam cair yang tidak konsisten, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali proses degassing Anda.
Hubungi PT Wilisindomas Indahmakmur untuk mendiskusikan kebutuhan melt treatment aluminium Anda dan menemukan sistem rotary degassing yang tepat untuk operasional Anda.










